Mempunyai kesempatan untuk Kuliah, sekolah, nyantri, atau apapun lah yang berhubungan dengan “menuntut ilmu” merupakan suatu hal yang sangat luar biasa dan wajib disyukuri. Tak semua orang memiliki kesempatan seperti itu. kesempatan itu ada diperantarai oleh beberapa faktor, kesiapan, keyakinan, kesediaan, dan harapan. Yang mana tentunya itu tak lepas dari perjuangan sebagai jalan untuk mendapatkan harapan yang kita mau. Dalam menuntut ilmu yang tak pernah lepas dari masalah “uang” tentunya akan sangat berkaitan dengan wali kita lebih tepatnya orang tua kita.
Wajib rasanya kita bersyukur memiliki orang tua yang masih peduli terhadap pendidikan dan bekal ilmu untuk anaknya, tak mudah untuk menjadi orang tua yang seperti itu, mereka harus rela mengorbankan hidup mereka agar anaknya bisa sekolah “meuntut ilmu”, berkorban tenaga, pikiran, waktu dan uang. Tak sedikitpun merasa sayang akan hal2 yang telah mereka korbankan untuk pendidikan kita dengan harapan kita menjadi orang yang berpendidikan, orang yang berilmu sehingga kita bisa sukses dunia akhirat.
Banyak sekali orang tua merasa berat mengeluarkan uang, tenaga, pikiran dan waktu mereka untuk aktivitas pendidikan anaknya, merasa itu hanya buang – buang waktu dan uang saja. Mereka lebih suka uangnya dibelanjakan untuk hal2 yang dirasa sangat pasti eksistensinya seperti beli barang – barang yang bersifat duniawi.
Dan kita tahu betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan, orang tanpa ilmu sama saja dia sedang hidup dan berjalan dalam kegelapan. Jadi bersyukurlah bagi kita yang telah dikarunia kesempatan untuk menuntut ilmu di tempat yang baik dan terjamin melalui orang tua kita.
Ketika orang tua kita telah mengorbankan segalanya dan memberikan kepercayaan pada kita, maka wajib hukumnya bagi kita untuk melaksanakan amanah mereka, yaitu mendapatkan ilmu sebanyak – sebanyaknya serta dapat mengaplikasikan ilmu dengan baik dalam kehidupan. Untuk mencapai amanah itu maka kita harus menjalani beberapa hal seperti belajar, berdo’a dan menggunakan segela fasilitas dari orang tua bener – bener untuk kegiatan belajar.
Nyatanya, banyak sekali anak yang tidak bisa mensyukuri kesempatan seperti ini, bahkan parahnya ada yang merasa tersiksa karena telah disekolahkan oleh kedua orang tuanya. Banyak sekali yang mengeluh akan beratnya suatu pembelajaran. Merasa bosan dan lelah dengan semua prosedur “menuntut ilmu”
Tak tahukah kita bahwa orang tua kita jauh lebih lelah dibandingkan kita? Setiap hari mereka bekerja banting tulang agar kita bisa belajar dengan tenang di sekolah kita? Agar kita bisa makan sehingga kita tidak kelaparan ketika belajar? Membelikan kita beberapa fasilitas untuk mempermudah proses belajar kita? Setiap malam berpikir keras mengenai apakah kita telah belajar dengan nyaman di tempat yang jauh dari mereka? Apakah semua kebutuhan kita sudah terpenuhi atau belum, lebih berat lagi, apakah mereka bisa mendidik kita dengan baik atau tidak, bagaimana dengan masa depan kita nantinya? Yang dipikirkan adalah kebahagian kita. Menyekolahkan kita adalah benar – benar merupakan perjuangan yang begitu berat.
Kita, tugas menumpuk? stress? Orang tua kita jauh lebih stress dengan tuntutan sana sini. Pusing dengan Materi – materi kelas? Ibu bapak di rumah jauh lebih pusing dengan kesulitan pekerjaan dan banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi. Merasa kurang tidur dengan tugas – tugas kampus? orang tua kita jauh lebih sering tidak bisa tidur nyenyak sengan seabrek tanggung jawab yang harus dipenuhi. Merasa badan capek, pegal – pegal karena wira wiri dengan masalah akademik? Orang tua di rumah jauh lebih capek dengan bekerja seharian dan setiap hari. Merasa gag bisa istirahat dengan belajar?orang tua kita bahkan hampir tak pernah beristirahat, baik secara fisik maupun pikiran dan batin.
Malas, menyebabkan semua amanah jadi terbengkalai jika tak segera di atasi. Semua amanah yang harus dikerjakan jadi ditinggalkan, dengan alasan istirahat atau refreshing untuk sementara waktu. Tak tahukah kita bahwa orang tua kita sebenarnya juga sama malasnya dengan kita? Tapi mereka selalu bisa membuang rasa mala situ, hingga akhirnya kita masih tetep bisa sekolah sampai saat ini. Malas, sekali2 boleh lah.. sekali2 istirahat bolehlah, tapi kemudian sangat tak wajar saat itu terjadi berkali2 dan kita tidak bisa mengatasinya, bahkan tak pernah seharipun orang tua dirumah berhasil berjuang melawan rasa malas dan lelah mereka, mereka tetap saja bekerja dengan secercah harapan di benak, bahwa anaknya akan menjadi orang yang berhasil di kemudian hari.
Jadi kawand, jangan pernah sia – siakan kesempatan yang kita punya, saat kau malas, saat kau lelah, saat kau bosan, saat kau ingin menyerah.. ingatlah orang tuamu, bahwa sekalipun hati mereka tak pernah layu, bahwa sekalipun pikiran mereka tak pernah berhenti berjalan, bahwa sekalipun mereka tak pernah berkompromi dengan sikap menyerah, walaupun sebenarnya mereka sudah sangat capek, sudah sangat bosan, sudah sangat malas, sudah sangat sakit..
Oleh karena itu, yukz semangat!!!!
