Baiklah shobat, kali ini aku akan mencoba untuk mentransfer ilmu yang aku pelajari dari pengajian ahad malam di ponpes darussalam jember "Ta'limul Muta'allim thariiq al-Ta'allum"
itu adalah nama kitab yang khusus mengkaji etika belajar bagi penuntut ilmu karangan syekh al Zarnuji yang diterjemahkan oleh A Ma'ruf Asrori. dalam dunia pesantren, kitab ini menjadi jantung para santri sebagai jalan untuk memperoleh ilmu yang barokah nan bermanfaat. so that way.. I write here to share it with you..
Ada beberapa etika yang harus dimililki oleh seorang pelajar agar ilmunya baokah dan bermanfaat, berikut beberapa etika yang dimaksud:
- Menghormati ilmu dan ahli ilmu (guru), yang dimaksud dengan menghormati ilmu di sini ialah seperti memuliakan buku - buku yang berisi ilmu pengetahuan baik pengetahuan agama maupun pengetahuan yang lain. cara memuliakannya bisa dengan menempatkan buku ditempat yang lebih tinggi dari kaki kita, merawatnya dengan baik, dsb. selain itu yang paling penting adalah memuliakan "ilmu" itu sendiri, tidak merendahkan hakikat ilmu tersebut, misalnya menggunakan ilmu untuk hal - hal yang baik. selain menghormati ilmu, kita juga punya kewajiban untuk menghormati guru kita, keikhlasan seorang guru terhadap murid juga mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi keberhasilan si murid. karena ilmu yang diberikan oleh seorang guru laksana cahaya yang akan menerangi langkah kita, tanpa cahaya(ilmu) tersebut, maka kita akan hidup dalam kegelapan (kebodohan/ketersesatan). seperti yang sering kita denger "Al'ilmu laa yanfa"u illaaa bita'dzimil ustad" bahwa ilmu tidak akan bermanfaat kecuali dengan hormat kepada guru. dalam hal ini menghormati ahli ilmu bukan sekedar hormat pada guru yang memberi kita ilmu, namun juga termasuk hormat kepada kerabat - kerabat si guru, misalnya anak-anaknya.
- sungguh - sungguh dan terus menerus dalam belajar, hal ini berdasarkan firman Allah dalam surat al"ankabut ayat 69 yang artinya "Dan orang2 yang bersungguh2 berjuang di jalan kami, niscaya akan kami tunjukkan jalan kami" menuntut ilmu merupakan suatu perbuatan yang bisa dikategorikan sebagai "berjuang di jalan Allah". karena mencari ilmu itu sendiri merupakan perintah dari Allah yang wajib dilakukan oleh setiap muslim muslimat. selain bersungguh2, maka kita juga harus terus menerus dalam belajar. ilmu tidak akan diperoleh hanya dengan bermalas2an dan berdiam diri.
- bertawakkal, kebanyakan orang merasa berat dengan biaya untuk belajar. memang uang merupakan salah satu syarat dalam menuntut ilmu, tapi tak seharusnya hal itu menjadi sesuatu yang menghalangi kita untuk menuntut ilmu. rejeki merupakan ketetapan Allah, dan sudah menjadi janji Allah bahwa Allah akan menjamin hidup orang yang berada di jalan Allah. Allah tak akan pernah meningalkan kita berjuang sendiri dalam usaha mengikuti perintah Allah "menuntut ilmu". dunia dan seluruh isinya merupakan milik Allah, dan snagat mudah bagiNYA untuk memberikan rejeki kepada kita selama kita tetap berada di jalanNYA. jadi jangan khawatir. belajar saja dengan tenang, dan masalah rejeki, serahkan pada Allah, berdo'a saja agar kita selalu diberi jalan kemudahan dalam menuntut ilmu. tapi harus tetap berusaha ya.. makanya jangan nakal, biar rejeki kita lancar.
- penuh kasih sayang, menjauhi perselisihan baik dengan teman maupun dengan siapapun.. bersalah pada seseorang juga dapat menghambat masuknya ilmu ke dalam pikiran dan hati kita. seseorang yang berilmu pasti mampu mengendalikan hawa nafsunya, dan krn dy berilmu, maka dia kan menjadi orang yang penuh kasih sayang.. karena dia sudah tahu hikmah welaz asih terhadap sesama. jadi kalo ada orang yang berselisih dengan temannya karena hal2 sepele, maka bisa diasumsikan orang tersebut masih termasuk ke dalam kategori "orang awam/bodoh". selain menjauhi perselisihan, usahakanlah untuk berpikiran baik kepda siapapun, terlebih kepada Allah yang maha pemberi dan maha alim. sabda Rosulullah SAW bersabda "berprasangka baiklah kpd sesama mukmin". berprasangka buruk merupakan suatu penyakit hati, dan kerenanya juga dapat menimbulkan keburukan juga, hati kita tidak akan pernah tenang dengan pikiran kita kpd seseorang hingga belajar kitapun jadi terganggu.
- memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin, dikatakan dari yahya bin Mu'adz ar-Razi "malam itu panjang, maka janan kau persingkat dengan tidurmu, sedangkan siang hari itu penuh cahaya maka jangan kau kotori dengan perbuatan dosamu"
- warak, sebagian ulama meriwayatkan hadis dari Rosulullah SAW, beliau bersabda "barang siapa tidak warak ketika belajar, maka Allah akan mengujinya dengan salah satu drari tiga perkara: dimatikannya ketika muda, diletakkan di kalngan orang - orang yang bodoh, atau diberi cobaan menjadi pelayan para penguasa". lalu apa saja sikap warak itu? yaitu menyedikitkan makan, tidur dan berbicara yang tidak bermanfaat.
Begitulah sikap - sikap atau etika yang harus dimiliki oleh seorang pelajar. jadikanlah ilmu kita bermanfaat dan barokah dengan cara menerapkan etika - etika seperti yang telah disebutkan di atas. semoga bermanfaat.
