Suka Seru
Persiapan Keberangkatan awardee LPDP 61 Part 1
28 maret-2
april 2016 menjadi waktu pilihan bagi awardee LPDP angkatan 61 untuk saling
bertemu dan bersinergi di wisma Hijau Depok dalam rangka mengikuti program
kepemimpinan LPDP. Acara yang berlangsung 6 hari itu tak serta merta terjadi
begitu saja tanpa warna di dalamnya. Angkatan 61 yang kami beri nama Bahana
Esatya ini cukup unik karena menjadi satu-satunya angkatan yang anggotanya
terbagi menjadi dengan dan tanpa tugas Pra PK. Terbaginya anggota ini menjadi
boomerang bagi angkatan kami untuk mencapai kekompakan yang maksimal
dikarenakan tidak semua anggota wajib berperan aktif dalam menjalankan tugas
angkatan bagi yang non tugas. Namun, untuk ukuran ini, Bahana Esatya berhasil
membuktikan, meskipun tertatih kami bisa mencapai apa yang disebut dengan
kekompakan.
Berawal dari
tugas yang datangnya keroyokan dari yang tercinta pak Moh Kamiluddin, Bahana
Esatya benar-benar ramai! Tugas yang terdeadline, anggota yang tidak bisa
dihubungi, kendala koneksi internet, jauhnya jarak wilayah antar anggota,
perbedaan pendapat, pengurus yang bolak balik dimarahi ,sama sekali lagi yang
tercinta, pak Kamil, waktu yang sempit, dan kesibukan anggota memberi warna
tersendiri bagi kami. Ada berpuluh-puluh tugas, dan setiap anggota dengan tugas
WAJIB berperan aktif dalam semua tugas baik individu, kelompok, maupun tugas
angkatan. Karena jika tidak, maka siap-siap namanya akan masuk ke berita acara
sebagai orang yang pasif.
Komitmen dan
konstribusi menjadi 2 istilah yang selalu terngiang-ngiang bukan hanya di
telinga, tapi juga di kepala! Pusying meeen! Maklum, beberapa dari kami mungkin
belum pernah dikeroyok tugas yang benar-benar menuntut totalitas dan
orisinalitas seperti tugas pra PK, Aku bahkan jatuh sakit saat menjalankan
tugas pra PK.
Sekitar 3
minggu waktu yang kami miliki untuk merampungkan semua tugas dari pak Kamil.
Yang membuat terharu, teman-teman non tugas ikut serta dalam menyelesaikan
tugas kelompok dan angkatan, padahal seharusnya mereka bisa menikmati status
tanpa tugas. Bersinergi, kami bisa menyelesaikan semua tugas dengan baik
kecuali satu, tugas konsep penutupan yang masih harus bolak-balik presentasi
kepada tim PK sampai acara PK berlangsung. Bahkan saat malam H-1 kami masih
berdebat tentang konsep acara penutupan sehingga harus menunda jatah tidur
kami, ruangan menjadi panas meski sudah malam dan ber-AC. Hari H penutupan-pun
juga tidak lepas dari cekcok antar anggota karena masalah teknis. Meskipun
demikian, pada akhirnya acara penutupan kami berjalan dengan lancar yang
mengangkat tema Bimba Wiwaha, Festival Boneka Khas Nusantara di universitas
Negeri Jakarta, 2 April 2016.
Closing, the Ondels
Selama acara
PK, 28 maret-2 april 2016, kami telah
melakukan pergantian ketua PK sebanyak satu kali. Ketua PK pertama Adalah
Maulana Rizky Aditama, karena masih adanya pelanggaran anggota serupa
kedisiplinan seperti terlambat masuk kelas dan dresscode yang tidak sesuai,
kami harus mengganti ketua PK dan jatuh kepada Fadhli. Di sini aku belajar
tentang TANGGUNG JAWAB seorang PEMIMPIN. Kesalahan anggota akan menjadi
tanggung jawab pemimpin. Dalam Fase-fase pergantian ketua ini, satu hal yang
selalu kita bahas, KOMITMEN! Pembahasan yang sangat pelik dari 122 kepala yang
berbeda. Ini bukan soal komitmen satu atau dua orang, melainkan soal komitmen
122 orang dalam waktu yang bersamaan. Bahana Esatya membuktikan dalam segala
ragam latar dan status, kami mencapai suatu komitmen mufakat. Komitmen bersama.
Kami memiliki prinsip bahwa kami harus sukses bersama! Apa yang kami lakukan
untuk mencapai komitmen bersama? Satu orang mengingatkan yang lain, satu orang
memudahkan urusan yang lain, SINERGI!
Lipsing, the Ondels, BYFY
Satu keunikan
PK adalah serius tapi asyik. Hampir kebanyakan tugas adalah tugas mengasah
kemampuan seni, itu yang kami sebut acara By You For You, BYFY. Dalam acara ini
kami menyalurkan bakat non akademik, kami tertawa bersama, tegang bersama,
nyanyi bersama, joget, bahkan garingpun juga bersama. Dan di sinilah misi
BONDING antar anggota itu tercapai. Tak kalah seru adalah acara Ice breaking
dari tim PK yang membuat kami ketagihan untuk mengusir kantuk dan merefresh
otak akibat tekanan ngantuk yang berpindah dari mata ke otak. Stress. Oh iya, aku pikir ngantuk menjadi rahasia
umum di acara PK, karena memang jatah tidur yang selalu kurang dari 5 jam tiap
hari dengan agenda padat. Saking padatnya, makanan kelas A yang disajikan buat
kami tidak benar-benar aku nikmati karena terburu waktu. Dalam hal ini pak
Kamil pasti akan bilang “Satu hal yang bisa kamu
lakukan untuk berkonstribusi banyak adalah jangan tidur! Follow The Rules!!” hehehe
OASE,
Outbond Asyik, Sehat, Energik, menjadi catatan lain dari perjalanan PK. Outbond
ini adalah pertamakalinya bagiku. Di sini belajar apa yang dinamakan
MENAKLUKKAN RASA TAKUT dan tentunya BONDING.
Opening, PK-61
Okey, sampai
di sini dulu yak. Udah lebih dari 700 kata nih. Tunggu Suka Seru Persiapan
Keberangkatan awardee LPDP 61 Part 2 berikutnya yak. :)




