Cara bersabar ala Firoh al khemis

Sabar selalu menjadi masalah yang sangat besar untuk kebanyakan orang. Semua orang yang berakal dan tamyiz tahu bahwa sabar adalah suatu sikap yang sangat mulia, dan sebaliknya “tidak sabar/pemarah” adalah suatu sikap yang tidak baik dan sangat tidak disukai oleh kebanyakan orang.
Banyak orang berbondong – bondong mempelajari teori cara untuk bisa bersabar (berdasarkan pemantauan terhadap teman-temanku dan diriku), namun sayangnya hanya sedikit yang bisa berhasil menerapkan. Salah satu ustad dalam acara maulid nabi di HIMAKI UJ (Himpunan Mahasiswa Kimia Universitas Jember) berkata bahwa Sabar tidak pernah mempunyai batas, Hanya saja kadang kita tak bisa memungkiri bahwa manusia memiliki sangat banyak keterbatasan, yang salah satunya dalam hal “sabar” .

Nah, keterbatasan Itulah yang terjadi padaku, aku termasuk ke dalam golongan orang yang paling tidak bisa bersabar, sangat sensitive dan pemarah. Aku menyadari hal ini adalah penyakit hina dan sangat tidak baik, aku berusaha untuk tersenyum dalam segala ujian yang menguji rasa sabar, aku berdo’a agar dikarunia sifat sabar oleh Allah, tapi ternyata jalannya memang bener2 sulit. Tapi aku yakin sesulit apapun jalannya, sabar pasti tetep bisa diraih gag peduli seberapa besar prosentasenya. Hingga suatu hari aku menyadari beberapa hal. Mungkin Allah sudah mulai meng - ACC proposalku untuk menjadi orang yang sabar lewat suatu “pembelajaran dan analisis”. InsyaAllah.
Ya inilah hasil pembelajaran dan analisisku mengenai cara jitu untuk bisa bersabar lewat perjalanan hidupku dan hidup orang lain, dan ini sangat nyata. Apakah itu? cekidot!
  1. Ilmu
Dengan mengetahui keutamaan “sabar” dan mengetahui hinanya sifat dari kebalikan sabar (tidak bersabar), maka dia akan merasa rugi dan hina jika tidak bersabar, sehingga ada keinginan yang kuat untuk keluar dari kerugian dan kehinaan itu dengan cara “bersabar”. Tanpa pengetahuan, maka kita tidak akan tahu betapa hinanya sikap tidak sabar dan tidak mengerti bahwa hal itu masih bisa diatasi, sehingga menganggapnya sebagai sikap wajar yang dimiliki oleh manusia dan tak bisa diubah. Akibatnya, sikap tidak sabar jadi betah lama – lama bersemayam dalam diri kita.
  1. Mutu Sholat
Sudah menjadi janji Allah dalam surat Al ankabut “Assholatu tanha ‘anil fahsyaa’I wal munkar, bahwasanya sholat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Lalu apa hubungannya dengan sabar?
Jadi begini, ketika mutu sholat kita baik, maka baik pulalah amalan kita, sehingga sabar bisa kita rangkul dengan magnet dari sholat kita yang baik. So, perbaiki sholat kita, perbesar magnet, sehingga sabar-pun lebih mudah diraih, dijamin deh ketika sholat kita baik, maka semua sifat baik akan menempel pada kita termasuk si sabar.
  1. Belas kasih
Aku yakin, semua orang sudah tahu bahwa orang yang menyinta seringkali melakukan hal – hal yang luar biasa dan dianggap tidak biasa oleh orang lain. Ketika seseorang menyinta, maka akan timbul di hatinya rasa sabar untuk menghadapi orang yang dicintainya. Seperti seorang ibu yang sabar merawat anaknya meski anaknya nakal sekalipun, seorang guru yang sabar mendidik muridnya meski sering dibikin sakit hati dengan cara tidak memerhatikan pelajarannya dalam kelas, seorang sahabat yang sabar mendengarkan keluh kesah sahabatnya, atau seorang cowok yang sabar menemani ceweknya mencari sepatu yang cocok di mall selama berjam – jam. Sabar bisa muncul dari rasa belas asih terhadap seseorang.

So, bagi kita yang belum bisa bersabar dan ingin menjadi orang yang sabar terhadap orang lain, maka munculkan dulu rasa kasih sayang yang tulus pada orang lain, baru kita bisa bersabar pada mereka. Baik kepada teman, tetangga atau siapapun. Karena kita memang seharusnya bisa bersabar kepada semua orang.

Jadi, mau jadi orang sabar? Silahkan terapkan ketiga tips di atas tanpa lupa berdo’a, selamat mencoba, semoga sukses!
Aamiin ya robbal Alamin.

NB: untuk diriku sendiri, aku berhasil benar2 menerapkan poin ketiga, terhadap orang – orang yang aku cintai, so that aku bisa bersabar menghadapi mereka, untuk yang lain.. sama.. masih berproses. Semangat!!!
:-)

Leave a Reply