Sabar
selalu menjadi masalah yang sangat besar untuk kebanyakan orang.
Semua orang yang berakal dan tamyiz tahu bahwa sabar adalah suatu
sikap yang sangat mulia, dan sebaliknya “tidak sabar/pemarah”
adalah suatu sikap yang tidak baik dan sangat tidak disukai oleh
kebanyakan orang.
Banyak
orang berbondong – bondong mempelajari teori cara untuk bisa
bersabar (berdasarkan pemantauan terhadap teman-temanku dan diriku),
namun sayangnya hanya sedikit yang bisa berhasil menerapkan. Salah
satu ustad dalam acara maulid nabi di HIMAKI UJ (Himpunan Mahasiswa
Kimia Universitas Jember) berkata bahwa Sabar tidak pernah mempunyai
batas, Hanya saja kadang kita tak bisa memungkiri bahwa manusia
memiliki sangat banyak keterbatasan, yang salah satunya dalam hal
“sabar” .
Nah,
keterbatasan Itulah yang terjadi padaku, aku termasuk ke dalam
golongan orang yang paling tidak bisa bersabar, sangat sensitive dan
pemarah. Aku menyadari hal ini adalah penyakit hina dan sangat tidak
baik, aku berusaha untuk tersenyum dalam segala ujian yang menguji
rasa sabar, aku berdo’a agar dikarunia sifat sabar oleh Allah, tapi
ternyata jalannya memang bener2 sulit. Tapi aku yakin sesulit apapun
jalannya, sabar pasti tetep bisa diraih gag peduli seberapa besar
prosentasenya. Hingga suatu hari aku menyadari beberapa hal. Mungkin
Allah sudah mulai meng - ACC proposalku untuk menjadi orang yang
sabar lewat suatu “pembelajaran dan analisis”. InsyaAllah.
Ya
inilah hasil pembelajaran dan analisisku mengenai cara jitu untuk
bisa bersabar lewat perjalanan hidupku dan hidup orang lain, dan ini
sangat nyata. Apakah itu? cekidot!
- Ilmu
Dengan
mengetahui keutamaan “sabar” dan mengetahui hinanya sifat dari
kebalikan sabar (tidak bersabar), maka dia akan merasa rugi dan hina
jika tidak bersabar, sehingga ada keinginan yang kuat untuk keluar
dari kerugian dan kehinaan itu dengan cara “bersabar”. Tanpa
pengetahuan, maka kita tidak akan tahu betapa hinanya sikap tidak
sabar dan tidak mengerti bahwa hal itu masih bisa diatasi, sehingga
menganggapnya sebagai sikap wajar yang dimiliki oleh manusia dan tak
bisa diubah. Akibatnya, sikap tidak sabar jadi betah lama – lama
bersemayam dalam diri kita.
- Mutu Sholat
Sudah
menjadi janji Allah dalam surat Al ankabut “Assholatu tanha ‘anil
fahsyaa’I wal munkar, bahwasanya sholat itu dapat mencegah dari
perbuatan keji dan munkar. Lalu apa hubungannya dengan sabar?
Jadi
begini, ketika mutu sholat kita baik, maka baik pulalah amalan kita,
sehingga sabar bisa kita rangkul dengan magnet dari sholat kita yang
baik. So, perbaiki sholat kita, perbesar magnet, sehingga sabar-pun
lebih mudah diraih, dijamin deh ketika sholat kita baik, maka semua
sifat baik akan menempel pada kita termasuk si sabar.
- Belas kasih
Aku
yakin, semua orang sudah tahu bahwa orang yang menyinta seringkali
melakukan hal – hal yang luar biasa dan dianggap tidak biasa oleh
orang lain. Ketika seseorang menyinta, maka akan timbul di hatinya
rasa sabar untuk menghadapi orang yang dicintainya. Seperti seorang
ibu yang sabar merawat anaknya meski anaknya nakal sekalipun, seorang
guru yang sabar mendidik muridnya meski sering dibikin sakit hati
dengan cara tidak memerhatikan pelajarannya dalam kelas, seorang
sahabat yang sabar mendengarkan keluh kesah sahabatnya, atau seorang
cowok yang sabar menemani ceweknya mencari sepatu yang cocok di mall
selama berjam – jam. Sabar bisa muncul dari rasa belas asih
terhadap seseorang.
So,
bagi kita yang belum bisa bersabar dan ingin menjadi orang yang sabar
terhadap orang lain, maka munculkan dulu rasa kasih sayang yang tulus
pada orang lain, baru kita bisa bersabar pada mereka. Baik kepada
teman, tetangga atau siapapun. Karena kita memang seharusnya bisa
bersabar kepada semua orang.
Jadi,
mau jadi orang sabar? Silahkan terapkan ketiga tips di atas tanpa
lupa berdo’a, selamat mencoba, semoga sukses!
Aamiin
ya robbal Alamin.
NB:
untuk diriku sendiri, aku berhasil benar2 menerapkan poin ketiga,
terhadap orang – orang yang aku cintai, so that aku bisa bersabar
menghadapi mereka, untuk yang lain.. sama.. masih berproses.
Semangat!!!
:-)
