Berlari sekuat yang ku bisa
Ditengah lebatnya hujan
Memecah lurusnya tirai – tirai hujan
Mengaburkan pantulan rembulan malam
Ntah
berlari dari siapa
Hingga
akhirnya lutut ini tak kuat lagi
Lalu
memeluk diri di sudut gedung tak bersisi
Hingga
gemetar menghampiri, menahan perihnya dingin ini
Aku ingin melihatku menangis
Bercermin pada kristal – kristal sisa air hujan
Yang telah bercampur debu lantai semen
Hingga semakin perih kesendirian ini
Ku mencoba
untuk mengintip ruang di hatiku
Dan hanya
ku temukan kekosongan di dalamnya
Merambat
perih ke dinding – dinding hati
Hingga
berdarahlah dia,
Aku ingin melihatku bersedih
Berharap sedih itu kan terlihat
Lewat bercak – bercak darah yang pekat
Hingga ku tutup muka tak berdaya
Mengerutkan
diri
Di tengah
kepiluan
Akan
hampanya hati
Yang
merintih kesakitan
Biarlah jatuh air mataku
Jadilah kelu bibir untuk berucap
Aku bener – bener hanya ingin memeluk diriku
Seerat yang kubisa
Ah, hujan
malam ini
Biarlah
membasuh kehampaan ini
Dan
mengisinya dengan rasa dingin yang mencekik
Kemudian
jadi semakin sakitlah ini
Bila, di suatu saat malam itu kan berhenti’
Aku ingin berdiri
Dan berlari bersama kupu – kupu kuning di pagi hari
Menghisap manisnya bunga di taman sebelah
Tak ku ingin berhenti,
Memperkuat diri,
Sampai lelah,
sampai mati.
Untuk malam yang kelam, suatu saat aku ingin melihat langit
yang biru nan cerah, suatu saat aku akan melihat pelangi yang indah, suatu saat
aku akan berdiri, dan tertawa berlari bersama sejuknya embun pagi, mengejar
kupu – kupu, mencium semerbaknya bunga melati, membentangkan tangan sebebas
mungkin,
Untukku yang tersungkur, bila kesendirian yang ku temukan,
ckan kucoba untuk membuat gerakan yang bersuara, hingga keramaian yang ku rasa,
bila pun harus menangis, aku akan tetap terus melangkah, hingga kabut – kabut
akan memudar, dan kemudian hijrah di pematangan sawah yang hijau, bersama
kicauan burung yang hinggap di padi – padi petani,,
Untukku yang berharap, akan terus berharap, karena kuyakin bintang
– bintang itu akan selalu setia menungguku.
Allah, Allah, Allah,
Jangan biarkan lagi merasa sendiri,
Rengkuh Allah.. Rengkuh,,
