Ntah apa sebenarnya yang terasa sulit,
semua terasa berat,
Terlihat begitu kecil di dunia,
Aku tak terlihat,
Aku tak tau apa – apa
Dan aku tak mengenal siapa,
Yang kutahu aku selalu ingin berlari ke
arah bapakku,
Aku selalu ingin berada di sampingnya,
Tak peduli seberapa gag sukanya aku
sama jenggotnya,
Aku tetap selalu suka berdekatan
dengannya.
Dengan melihatnya, aku sudah cukup
merasa kuat,
Ntah apa yang kutakutkan,
Segala sesuatunya menjadi sangat
menyeramkan,
Khawatir tak bisa bertahan dengan baik,
Berjalan dalam bundarnya bumi,
Takut tergelincir, takut jatuh, takut
tak akan ada siapa –siapa,
Kenapa gelap begitu menakutkan, dan
kesendirian jauh lebih menakutkan,
Aku kehilangan akal, pada siapa harus
aku bersandar dan bersembunyi,
Aku benar – benar tak ingin berjalan
sendiri,
Aku benar – benar bodoh, tak bisa
membaca,
Siapa dia, siapa kamu, dan siapa
mereka.
Ah aku sekarang tak ingin peduli, biar
kuanggap rata semua,
Aku benar – benar hilang arah dan
kembali merasa sendiri,
Yang hanya bisa kulihat adalah Engkau
Allah,
Tak ada lagi yang bisa kulakukan selain
berlindung padaMu.
Tolong aku, dalam melangkahkan kaki di
dunia ini,
Aku begitu merasa kecil dan lemah,
Jadi jangan lepas aku Allah, telah ku
dengar banyak cerita akan wajah – wajah yang menyeramkan, akan tangan – tangan
yang kasar, telah ku banyak melihat gerigit – gerigit yang membuatku tak bisa
menebak, telah banyak kenyataan yang tak ingin ku terima mengenai hitamnya
udara ini. Membuatku tersedak dan kehabisan nafas.
Aku begitu takut Allah, sangat sangat
dan teramat takut,
Tersesat dalam langkah yang semu dan
melelahkan, terasa begitu menjijikkan
Hablur, ini jauh lebih parah dari
sekedar “tawar”
Tak
terhitung sebarapa sering dan banyak aku menangis,
Aku sudah mulai tak mengenalnya,
Aku hanya takut, takut Allah…
Tentang segala hal yang mungkin gagal
aku raih, tentang segala aturan yang mungkin aku tak sanggup untuk mematuhinya,
tentang segala kenyataan kelu yang harus aku hadapi. Allah,, betapa sempitnya
ruang ini, seperti tak ada celah untuk bisa keluar, Allah.. aku takut,,
Pandangan, mimpi, jalan, langkah,, aku
tidak ingin salah,
Apapun, aku tidak ingin salah,
Aku tidak ingin siapapun memarahiku,
aku takut Allah..
Aku juga tidak ingin siapapun
menuntutku, aku takut Allah..
Terasa tak ada pintu apa yang ada
dihadapan,
Sekali lagi, aku takut tak akan pernah
berhasil keluar dan terkurung dalam ruang yang akan menyedot habis energiku,
Allah,, tolong aku,
Terimakasih Allah, telah Engkau
hadirkan bapakku dalam bayangan mataku,
Sebagai anugrah yang Engkau kirimkan
untukku,
Sebagai anugrah terindah dalam hidupku,
Anugrah yang tak ingin sedikitpun aku
menggoresnya,
Untuk setiap uban yang semakin
bertambah di kepalanya,
Biarkan aku tetap tegar,
Dan jadikan aku untuk semakin berani,
Untuk setiap kerutan di keningnya,
Biarkan aku tetap tegar,
Dan menjadikan aku lebih kuat.
Aku selalu ingin berdekatan dengan dia,
selalu Allah,,,
Berikan
hatiku kemampuan untuk melihat,, melihat 1 malaikat lagi yang akan
menjadikanku lebih kuat dan berani, hingga hilang semua rasa takut di hatiku.
Dan kirimkanlah dia untukku Allah,,
