Jember : Panas biuuuud


Ada yang belum tau kota jember? kalo ada, aku jelasin deh dikiit. Jember merupakan suatu salah satu kota di Indonesia yang terletak di provinsi jawa timur bagian tertimur setelah banyuwangi. Jember memiliki tanah yang sangat subur untuk beberapa jenis buah – buahan seperti durian, rambutan, alpukat, buah naga, jeruk, salak dan jambu biji. Bisa dikatakan sebagai kota perbukitan, oleh karena itu cuacanya masih sejuk. Jember mempunyai pantai andalan yaitu PAPUMA (pantai pasir putih Malikan), katanya sih PAPUMA ini merupakan laut terusan samudra hindia. Airnya bersih, biru, dalam, dan ombaknya sangat besar. Bagiku, PAPUMA adalah pantai terindah yang pernah kukunjungi. 

Jember yang ku kenal masih kota yang lugu, polusinya tak sebesar di kota2 besar dikarenakan banyaknya tumbuhan untuk menyerap gas – gas SPM dan lain – lain. Tumbuh – tumbuhan inilah mungkin yang memberikan suasana sejuk. mengurangi intensitas cahaya matahari yang sampai ke kulit kita. 

Namun akhir – akhir ini mulai terasa ada yang berubah. Matahari pukul 8 pagi begitu terasa menyengat, dan pada siang hari serasa matahari akan membakar diri yang mengontel sepeda sepulang kuliah. Ow ow,, apakah gerangan yang terjadi? Pemandangan samping jalanpun juga mulai jauh berbeda. Sebagai mahasiswi jurusan kimia yang terlatih untuk peka dengan perubahan yang terjadi di lingkungan, mataku mulai menganalisis.

Ntah sebenarnya seperti ini atau tidak. Berikut hasil analisis mata dan pikiranku mengapa matahari di jember semakin mengganas. Berdasarkan hal – hal nyata yang nampak, terdapat beberapa aktivitas pembangunan gedung perkantoran, perumahan, dan pertokoan tanpa diimbangi dengan penanaman tumbuhan. Hal ini menyebabkan perubahan pada lingkungan. Asumsiku, Menurunnya tumbuh – tumbuhan di kota jember yang tergantikan oleh gedung – gedung mewah menyebabkan perubahan intensitas cuaca. Sehingga ketika di siang hari panas matahari terasa begitu panas.

Ini merupakan fenomena yang bukan sekedar perubahan sengatan matahari, namun ini juga dapat menyumbangkan kerusakan pada lingkungan. Sehingga membutuhkan perhatian yang besar dari kita para penikmat dan pemerhati lingkungan, terutama bagi para mahasiswa kimia UNEJ.

Yukz peka pada lingkungan, dan lakukan perbaikan dengan pendekatan kimia.
semangat!!!
;-)

Leave a Reply