Aku
adalah gadis biasa
Kau
bertanya tentang siapa aku dengan segudang harapan kehebatan..
Maka ku
jawab “aku adalah gadis biasa”
Yang
berkerudung bukan karena kesadaran akan wajib dan pentingnya berkerudung, aku
bahkan terkadang ingin memperlihatkan rambut yang menurutku cukup indah
Yang
menjadi mahasiswa bukan atas keinginan dari dasar hati, karena emang sampai SMA
aku belum tahu tentang elitnya menjadi mahasiswa, aku bahkan terkadang ingin
berhenti di tengah jalan
Aku
bukan gadis yang menanam mimpi sejak kecil, karena saat kecil aku memang tidak
kenal sama mimpi
Aku juga
bukan gadis pekerja keras yang memperjuangkan atribut mahasiswanya dengan
keringat sendiri, karena aku memang tipe gadis yang tak suka bekerja dan eksis
di depan publik
Aku
gadis biasa, yang sampai sekarang masih suka bersembunyi dalam pelukan ibu dan
bapak.
Aku
gadis biasa, yang bahkan tak pernah ragu untuk menangis saat tak menemukan rona
senyum di wajah orang lain
Aku
gadis biasa, bahkan sangat biasa.. yang pinter sekali mengeluh dalam keadaan
terpuruk dan akan sangat marah saat tak ada yang mau mengulurkan tangan
Aku
gadis biasa, jauh di bawah biasa
Aku
tidak punya apa – apa untuk dibanggakan,
Aku
bukan pasir yang kau pikir sebenarnya adalah emas, namun aku murni sebutir
pasir.
lalu
masihkah kau akan menerimaku?
