Jamu: Masa Lalu




Jelas rugi kalau apa yang terjadi di masa lalu tak menjadi pembelajaran. Rugi kalau kejadian yang menyita waktu di masa lalu dipaksa dilupakan karena terasa sakit. Terlalu berharga jika waktu yang sudah tak bisa dikembalikan itu terbuang tanpa sisa. Sekalipun itu tak enak untuk diingat dan tak ingin terulang di masa sekarang dan di masa depan. 

Lah, kok kayaknya di atas serius banget ya? Hehe. Oke wan kawan, episode kali ini emang rada’ serem. Why? Karena kali ini topiknya adalah menanggapi masa lalu yang pahit . Yupz, masa lalu biarlah masa laluuuu jangan diungkit jangan ingatkan aku! Au au au, seperti itu kah? Yeah sayangnya emang benar sekali. Paling sakit itu kalau kita harus mengingat masa lalu karena diingatkan oleh orang lain. Sebenarnya, kalau mau jujur, sekeras apapun kita ingin menghapus masa lalu yang ibarat kopi tanpa gula itu, pahit banget ya, tetap saja kan kita mengingatnya diam-diam? Ntah itu datang sendiri atau kita sendiri yang menjenguknya, setidaknya itu menunjukkan sepahit apapun masa lalu, tetap saja itu menjadi bagian episode dalam kehidupan kita yang di dalamnya ada diri kita, emosi kita, perasaan kita, bahkan mungkin air mata kita. Artinya, masa lalu tetaplah berharga.

Tulisan ini bukan untuk menghargai masa lalu, tapi lebih untuk menghargai hidup kita selanjutnya yang jauh lebih berharga lagi. Masa lalu sangat berharga untuk kita ambil ibrohnya. Kita ambil hikmahnya untuk menuai manfaat di kemudian hari. Mau gimana lagi, masa lalu telah terjadi, tak bisa diubah lagi. Tak bisa diperbaiki. 

Itu  kenapa judul tulisan ini aku berikan kata muqoddimah “Jamu”. Kita semua sudah tahu kan bahwa kebanyakan jamu itu pahit. Aku aja sampai mual-mual kalau minum jamu saking pahitnya. Tapi kata bapakku, biarpun pahit tapi menyehatkan. Yupz, sama dengan masa lalu kelam kita (kalau punya, ahay), boleh saja sakit, tapi semoga menyehatkan untuk masa depan kita. Kok bisa? 

Jangan salah, mungkin saja apa yang terjadi di masa lalu adalah kecerobohan, tapi mungkin juga itu yang akan membuat kita lebih hati-hati sekarang hingga di masa depan kita tak perlu lagi mengukir rasa sakit yang sudah tertelan di masa lalu. Mungkin itu kesalahan, tapi mungkin itu juga yang menjadi titik ledakan buat kita untuk memperbaiki diri. Karena kita sudah belajar nyata di masa lalu, apa yang membuat kita sedih, apa yang membuat kita terpuruk, apa yang membuat kita merasa malu, apa-apa yang membuat hidup kita begitu tidak sedap dipandang. Sehingga kita tak perlu lagi coba-coba kan? Apa-apa yang salah, yang tidak pada tempatnya di masa lalu, kita jadi bisa tahu kan harus menempatkannya di mana?

Silahkan merasa malu dengan masa lalu yang kelam, oleh karena itu mari jaga masa depan kita dari kekelaman sehingga kita tak perlu lagi malu di masa depan. Masa lalu, cukuplah itu jadi arsip di hati. sebagai pengingat bahwa kita pernah ceroboh di satu titik dan tak ingin mengulangnya di titik yang lain. Karena masa depan tidak ditentukan oleh masa lalu, tapi ditentukan oleh kita yang sekarang. 

Yaa, masa lalu memang untuk dilupakan, tapi setelah kita mengambil banyak vitamin di dalamnya.

Masa lalu boleh kelam, tapi masa depan harus cerah
loh, emang punya masa lalu kelam ya? maybe, maybe yes, maybe no :)


Leave a Reply