Hai sohib sohibah semuanya! semoga selalu dalam keadaan
baik. aamiin
kali ini sekali lagi aku akan menceritakan cerita yang terlihat setelah mendengar pesan dari bapakku
"jadilah orang yang berguna bagi orang lain, jangan malah merugikan orang lain untuk kepentingan diri sendiri. karena banyak saat ini orang yang kaya dengan menjadi parasit bagi orang lain! jadi kalau nggak merugikan orang lain nggak bisa kaya (versi aku: nggak kaya kalau belum merugikan orang lain)! hadeh jamaaaan jaman!"
kali ini sekali lagi aku akan menceritakan cerita yang terlihat setelah mendengar pesan dari bapakku
"jadilah orang yang berguna bagi orang lain, jangan malah merugikan orang lain untuk kepentingan diri sendiri. karena banyak saat ini orang yang kaya dengan menjadi parasit bagi orang lain! jadi kalau nggak merugikan orang lain nggak bisa kaya (versi aku: nggak kaya kalau belum merugikan orang lain)! hadeh jamaaaan jaman!"
Think, think, think, what??
Jadi begini ne maksudnya kawan,, silahkan kaya, silahkan punya jabatan, tapi jangan dengan cara merugikan orang lain semisal KORUPSI! manusia jaman sekarang menurut bapakku sangat tamak! ngaku - ngaku jadi pengikut nabi muhammad nyatanya pengikut nabi "Qorun" (emang ada?yak!hahahha) misalnya ne pas bulan ramadhan rela nggak berpuasa demi nyari uang dengan alasan bahwa nafkah juga ibadah dan hukumnya wajib! bah! emang dipikir Allah itu punya kemampuan terbatas ape ye? Astaghfirullah,, lho lho kok malah ke sini sih? okeh okeh let's back to the first!
So, manusia.. MENYEDIHKAN! entah apa yang ada di benak manusia. entah ada apa dengan mata manusia, ntah ada gangguan apa dalam hati manusia sehingga manusia menjadi buta, lemah, dan tak lagi manusiawi. dalam alqur'an disuruh hormat sama ortu eih malah membentak, disuruh sholat malah ogah, disuruh shodaqoh malah merampas, disuruh berlomba - lomba dalam kebaikan eih malah berlomba - lomba dalam keburukan!
Teman, coba perhatikan orang - orang disekitar kita, tiap hari berusaha memulihkan keadaan keuangannya, mau melakukan sesuatu kalau ada bonus uangnya. tak ada waktu yang geratis darinya. coba perhatikan para perawat di rumah sakit umum, tingkat keramahannya berkurang coba perhatikan jika merawat pasien di kamar kelompok orang miskin. coba perhatikan para pejabat disekitar kita cukup tingkat desa saja, mau minta tolong didaftarin pada kelompok penerima bantuan dari pemerintah masih dipungut biaya, nah coba pikir deh mereka daftar karena mereka nggak punya uang, kalau masih dipungut juga gimana cara mereka daftar lha wong uangnya nggak ada? akibatnya yang bantuan dari pemerintah hanya diperoleh oleh kelompok yang tingkat ekonominya lebih tinggi. malah jadi aneh bukan?
Ini salah satu ilustrasi yang menggambarkan orang mendapatkan uang dengan cara merugikan orang lain. si pejabat desa jadi dapet uang tambahan dengan memungut biaya dari masyarakat yang daftar sebagai penerima bantuan. jelas masyarakat sangat dirugikan. para pejabat tingkat tinggi menjadi semakin kaya dengan korupsi, selalu merasa kurang hingga melakukan korupsi sebesar - sebesarnya dan berpikir bahwa dia akan cepat kaya kalau korupsi. jelas korupsi merugikan rakyat dan negara. jadi teman - teman seperti inilah yang saya maksud nggak kaya kalau belum merugikan orang lain.
Nah sekarang gimana menurutmu? sepakat denganku dan bapak? ah tidak memungkiri aku dan bapakku juga manusia, malah kami sangat bersyukur diciptakan sebagai manusia. kami juga punya sifat tamak. tapi sebagaimana kalian kami juga sedang berusaha untuk belajar memperbaiki diri dengan mempelajari peristiwa - peristiwa dalam kehidupan.
Terakhir, semoga kita tidak kalah dengan sifat tamak kita! yukz bareng - bareng memperbaiki diri!
good luck!
