Cebok, yang telah menjadi barang berharga di pondok,
menceritakan karakter manusia yang cukup samar untuk dilihat. Menceritakan
bahwa manusia emang pelit, bahwa manusia emang lebih suka menerima daripada
memberi, merasa lebih untung dengan menerima, bahwa manusia begitu lemah dengan
kepentingan diri sendiri, bahwa teman adalah saat suka saja, dan tidak peduli
saat bersedih.
Sudah bisa baca maksudku? Okelah aku ceritakan.. ceritanya neh,
si cebok lagi naik daun di pondokku. Menjadi barang yang sangat berharga. Awalnya
cebok akan diletakkan di satu tempat dengan wadah peralatan mandi lainnya yaitu
rak di depan kamar. Ntu rak menjadi tempat persatuan peralatan mandi regional
(se-kompleks pondok). Akibat hanya sedikit orang yang punya cebok, dia menjadi
barang langka yang super langka. Awalnya masih tidak menjadi masalah, namun
setelah bergulirnya waktu, keikhlasan di hati para pemilikpun juga mulai
bergulir (eih, bergulir apaan ya? Maksudku sih runtuh gitu, hehe) mengingat si
peminjam baik yang izin maupun tidak jarang sekali mengembalikan ke tempat
semula sehingga mengakibatkan si pemilik kebingungan mencari dan kesulitan
melaksanakan hajatnya (whudu’, mandi, buang air kecil maupun besar, cuci muka,
dll). Kejadian yang selalu berulang ini membuat si pemilik memutuskan untuk menyimpannya di kamar saja, dekat
pintu. Nah keputusan ini cukup berhasil, karena yang bisa minjem hanya teman
kamarnya saja, dan mereka pasti akan meletakkannya kembali ke kamar. Namun, ini
tidak berjalan lama, para peminjam mulai berani mencari di kamar – kamar untuk
meminjam, karena kejadian di atas berulang yang membuat di pemilik marah,
akhirnya yang semula diletakkan di dekat pintu kamar kini diletakkan pas dekat
lemari. Parahnya para pemilik juga akan berani berbohong dengan mengatakan
bahwa ceboknya akan dipake’ atau si pemimjam yang ghosab cebok temannya
kemudian disimpan di kamarnya sendiri. uuufhttt
Nah, sudah ada gambaran kan apa yang terlihat dari fenomena ini?
Sangat jelas menceritakan sifat manusia
1.
Pelit
baik pada orang lain maupun pada diri sendiri. Pelit pada diri sendiri terlihat
dari para peminjam yang tidak berusaha untuk membeli padahal harga cebok Cuma
4000 lho, sedangkan pelit pada orang lain seperti yang dilakukan para pemilik
yang menyimpannya di dekat lemari bajunya, padahal Cuma sekedar cebok lho,,,
kalau dibandingkan kebutuhan temannya yang mungkin sedang sangat kebelet beol
atau mau whudu’ buat sholat fardhu yang waktunya tinggal beberapa menit.
2.
Lebih
suka menerima daripada memberi, yang punya cebok jauh lebih sedikit daripada
yang tidak punya cebok, ini seakan – akan menggambarkan bahwa sebagian besar
orang masih berpikir bahwa akan lebih menguntungkan dengan menerima ketimbang
memberi, lebih suka meminjam ketimbang berusaha untuk meminjamkan.
3.
Pamrih,
berteman saat suka saja, namun ketika temannya sedang dalam kesusahan, kita
mulai tidak peduli yang penting kebutuhan kita terpenuhi dan masalah orang lain
bukan masalah kita, kesulitan orang lain bukan kesulitan kita. Gak peduli
seberapa butuhnya teman kita akan cebok, yang penting ceboknya tidak dighosab
dan aman. Seakan – akan menggambarkan susunan kata “teman haruslah memberi
manfaat, kalau tidak berarti bukan teman”
4.
Berbohong
5.
Suka
mengambil yang bukan hak diri
6. Keselamatan
harta pribadi lebih penting dari sekedar menolong orang. Bukankah sangat kejam
saat kita kebelet “pup” perut cenat cenut, trus dengan harapan besar
mendapatkan pinjaman cebok, eih pas nyampek pintu kamar si pemilik dengan
entengnya bilang “mau tak pake’ (pdhl nggak), atau diem kayak nggak denger,
menunggu teman sekamar bilang tdk punya (kan yang lain emg nggak punya, jadi si
pemilik merasa tdk berbohong)
Saat Cebok bercerita.. begitulah menurutku. Begitulah yang aku lihat. Apa menurutmu ini tidak nyambung? Atau menurutmu aku
berlebihan? Okelah aku sepakat denganmu, bagaimana kalau kita anggap ini Cuma sekedar
“deduksi?” tulisan yang cukup ngawur. But, overall I hope this will be
useful for you, for me, all of us..
NB: aku rasa semua benda/peristiwa/apalah juga dapat bercerita selama kita mau memperhatikan jadi bukan hanya cebok yang dapat bercerita. selamat melihat cerita2 dari benda2 terdekatmu!
;)
NB: aku rasa semua benda/peristiwa/apalah juga dapat bercerita selama kita mau memperhatikan jadi bukan hanya cebok yang dapat bercerita. selamat melihat cerita2 dari benda2 terdekatmu!
;)
