This is about “cebok”



Something we need every get up from sleep in the morning,
Something we hide closely from others
Something we remember so fast when it’s none of our eyes
Something we look for so hard when it’s gone
            What else to be more important than it?
            Small thing responsible for a big thing
            Very inexpensive thing becomes so valuable
            Even much more valuable than the world
Look closer, everyone is hiding it
Look closer, everyone is angry of losing it
Look closer, everyone is lying of it on their hand
Look closer, trust is just gone and friendship is nothing
            Ckckckkckc, how the world will be
            Very very very crazy
Guys, just because of a “cebok” we think each other negatively
Guys, just because of a “cebok” we throw our honesty
Guys, Just because of a “cebok” we become don’t care to others need
Guys, just because of a “cebok” we are angry each other and become so far
            Ckckckckkck, what the world has given to us?
            Very very very un logic
Thank you Cebok, You show innocently how human is

Harga sebuah kemalasan


AUW MALAS MENYERANG!!!  SIAP - SIAP NGELUARIN BANYAK UANG!!

Hmmm,,, akupun yakin semua orang tidak suka malas! tapi kenapa ya kebanyakan orang emang pemalas! why why why? ntah karena emang nggak ada motivasi, lagi patah hati, atau si syaitan yang terus beraksi 24 jam nonstop, yang jelas Malas sangatlah merugikan! kau dan aku sama - sama tahunya bukan?

Nah sekarang pernah nggak terbayang di benak kita bahwa malas punya harga, ada biayanya? sadarkah kita bahwa selama ini kita telah seringkali mengeluarkan uang untuk sebuah kemalasan? bagaimana bisa? well, cekidot!
  1.  Saat kau malas makan berkali2, itu berarti kau telah menabung energi untuk menciptakan suatu penyakit di perutmu "maag", karena maag lalu kau harus mengeluarkan uang buat berobat.
  2. Saat kau malas mandi, kau akan menyemprotkan parfum lebih banyak. itu menambah keseringan kau membeli parfum, yang jelas sabun batang kesehatan jauh lebih murah dibandingkan parfum!
  3. Saat kau malas mencuci, kau mengirimkannya ke jasa laundry, yang seharusnya cukup untuk beli detergen 1 kg (untuk 1 bulan), kini hanya cukup untuk satu kali laundry.
  4. Saat kau malas berjalan, kau menggunakan jasa tukang becak untuk mengantarkanmu ke tempat tujuan, tentu saja ini juga pake' uang.
  5. Saat kau malas mengipasi badanmu yang mungkin sumuk, kau akan memilih untuk menggunakan jasa kipas angin atau AC, jelas AC maupun kipas harus dibeli pake' uang.
  6. Saat kau malas membersihkan rumah dan memasak, kau jadi mengeluarkan uang untuk menyewa pembantu.
  7. Saat kau malas mengajari anak ngaji, kau juga jadi harus mengeluarkan uang untuk menyewa ustadzah.

Tujuh kemalasan di atas merupakan contoh - contoh kemalasan yang harus kau bayar dengan uang! rupa - rupanya kemalasan juga bisa merenggut hal - hal yang sangat berharga dari kita sebagai bayaran karena kita telah menggunakan jasanya (malas), bisa kau bayangkan apa itu? yak.. waktumu, mentalmu, emasmu!
Saat kau malas belajar, kau jadi harus mengulang beberapa matakuliah, malu tentunya bukan sama adek - adek angkatan?
Saat kau malas mengerjakan tugas skripsi, akhirnya kau harus memperpanjang masa studi! ini bukan hanya akan menyita waktu dan mental, tapi juga uangmu!
Saat kau malas untuk sholat, akibatnya perilakumu jadi buruk! jelas ini akan menguras tabunganmu untuk masuk syurga!

Sudah ada gambaran?
Setelah tahu bahwa malas tidaklah geratis bahkan harus bayar lebih, apa masih nyantai sama malas?


NB: Bagi mahasiswa yang masih mengulang matkul dan masih kuliah di semester 9 ke atas, aku tidak menuduh kalian pemalas! hanya saja, malas bisa menjadi salah satu penyebab ngulang matkul dan memperpanjang masa studi sebagaimana aku yang saat ini juga mengulang 3 matkul akibat malas belajar! so, jangan tersindir ya.. karena tersindir bukan sebagian dari iman! ckckckck, tapi serius tidak ada niatan untuk menyindir kalian, ini opini diri pada diri sendiri! tapiii aku harap ini juga bermanfaat buat kalian, kita semua.

###Thankz to Mr. Syaifullah in Basic Chemistry Class.

Mau jadi juara? mandi dulu dong!!!


“aku nggak percaya diri mbak, nggak yakin"

“ngapain harus nggak yakin? Harus optimis! Siapapun bisa jadi juara asalkan belajar dan berdo’a” 

“mau belajar gimana mbak?”

setiap hari ulang pelajaran yang sudah diajarkan gurumu pada hari itu juga, cukup baca – baca sebentar aja, nggak nyampek 5 menit juga boleh. Kalau ada PR langsung dikerjakan. Setelah itu pelajari mata pelajaran untuk besok sebentar juga boleh. Tapi belajarnya harus rutin. Dan jangan lupa untuk memperhatikan penjelasan guru di kelas. Itu cara belajarnya. Do’anya sudah belum? Kalo nggak sholat mana bisa do’a?!

“aku sholat mbak, sudah do’a tiap habis sholat, tapi kok belum juara ya?”

“cara biar do’a dikabulkan yaitu dengan melakukan hal – hal yang disukai Allah. Buat Allah seneng dulu baru do’amu akan lebih mudah dikabulkan”

“caranya biar Allah seneng?”

“dari diri sendiri dulu, jaga kebersihan! Seperti mandi minimal 2 kali sehari, sikat gigi juga, tiap abis bangun tidur dan di malam hari sebelum tidur. Karena Allah indah, Allah suka hal – hal yang indah” kalo kamu kotor, jangankan ngabulin do’a, mau liat aja mungkin Allah males, sama kayak iik yang jijik kalau liat barang – barang kotor!”

Kira – kira begitulah isi percakapanku dengan adek ketigaku “Nurul Hidayati” yang sekarang sedang di bangku MTS (sederajat dengan SMP), sedikit modifikasi kata – katalah, tapi intinya begitu. Aku suka berdialog dengan adek – adekku, karena biasanya aku mengisinya dengan memberikan mereka nasehat dan guyonan. Uniknya, nasehat – nasehat yang kuberikan seringkali tidak pernah aku pikirkan sebelumnya, dan tak sedikit yang secara diam – diam juga aku tujukan pada diriku ndiri. 

Dalam hal ini, aku memberi motivasi dan beberapa tips agar dia bisa juara kelas yang salah satunya adalah dengan menyuruhnya menjaga kebersihan diri agar do’anya lebih mudah dikabulkan. Kebetulan adekku yang ini agak rewel kalau disuruh mandi dan sikat gigi sebelum tidur di malam hari. Alhasil, dengan iming – iming juara kelas dia sekarang jadi rajin mandi. Sehari bisa 3x. Pagi, siang, dan sore.

Paska memberi nasehat itu, aku Cuma senyum – senyum liat dia berpikir mencerna penjelasanku. Tapi kalau dipikir – pikir iya juga kan? Agar do’a kita diterima, selain menunjukkan usaha yang sungguh – sungguh, serta rasa pasrah yang tinggi saat berdo’a kita juga harus melakukan hal – hal yang disenangi Allah. Jangan malah membuatNYA marah dan disenangi syeitan. Salah satu yang disukai Allah adalah keindahan sekaligus menjadi hal yang dibenci syeitan. Selain itu, kalau badan kita bersih, badan kita jadi sehat. Kalau badan sehat belajarpun jadi nyaman! Logis kan??!

Ini termasuk nasehat yang belum aku pikirkan sebelumnya, sekaligus aku tujukan pada diriku ndiri. Jadi semakin semangat menjaga kebersihan kamar! (karena kalau masalah mandi, aku sudah rajin. Ahahahay)
Jadi, mau juara??! Mandi doeloe dong!!!
xixiixiixixiixiix



Harga yang sangat mahal


“Ai ingin sekolah bapak,,,”  begitu kata Ai kepada bapaknya via telpon. Kata – kata yang sebelumnya tak pernah muncul di pikirannya, kata – kata yang spontan terucap itu telah mengarahkannya pada suatu jalan yang dianggap cukup rumit. Saat itu Ai berada di kelas 3 SMA. Keinginan itu tidak ternah terkarang dalam life plan-nya. Keinginan tersebut murni spontan hari itu melalui kata – kata yang bahkan mungkin dia tidak mengerti maksudnya. Keinginan yang sangat berbenturan dengan keadaan ekonomi dan lingkungannya. Tapi dia tak mengenal itu, yang dia tahu saat itu adalah hatinya ingin sekolah dan dia ingin memenuhi keinginan hatinya dengan keyakinan penuh bahwa Allah-lah yang akan memberikan jalan untuknya.
Kata – kata itu mengantarkannya pada suatu sekolah tinggi swasta yang berbau Komputer tapi dia masuk ke jurusan bahasa inggris. Kalo boleh milih dia ingin langsung sekolah di universitas negeri. Tapi sayang seribu sayang semua tes yang dia ikuti memberikan hasil negatif. Kegagalannya untuk masuk ke universitas negeri memberikannya satu pertanyaan kekecewaan “kenapa aku tidak lolos tes universitas negeri?” pertanyaan yang mungkin akan menjadi memori pahit dalam hidupnya kala itu.
Perjalanan-pun mulai dilalui dengan bosan namun lancar. Bosan karena tiap hari hanya belajar bahasa inggris, lancar karena tak ada masalah dengan sekolahnya mengingat dia masuk ke jurusan bahasa inggris yang sudah biasa dia lafalkan sewaktu SMA. Perlengkapan yang dibutuhkanpun tidak banyak, hanya kamus kecil, buku tulis dan pulpen. Mulai menjadi masalah saat dia harus menyelesaikan tugas akhirnya. Dia tidak memiliki sarana untuk tugas itu yaitu laptop. Untung saja teman kamarnya dengan baik hati setia meminjamkannya laptop. Saat akan berangkat ke kampus, si punya laptop akan menyuruh membawakan laptop untuknya, menyuruhnya membereskan peralatan laptop saat dia akan pulang dari kampus. Lama – kelamaan Ai mulai merasa tersinggung, merasa dirinya menjadi pembantu si punya laptop. Kemudian Ai berkata pada dirinya “nanti kalo aku punya laptop tidak akan aku pinjamkan pada siapapun!”
Akhirnya dia lulus dan lolos tes masuk universitas negeri sesuai dengan jurusan yang sangat dinantikannya yaitu kimia. Di luar dugaan (maklum lulusan sekolah di desa), hampir semua dosen presentasi menggunakan bahasa inggris, buku referensi yang dianjurkan juga berbahasa inggris. Belum lagi jurnal – jurnal yang harus dibaca juga berbahasa inggris. Di luar dugaan, ternyata dia seringkali mendapatkan tugas presentasi menggunakan power point, membuat makalah yang diketik rapi, yang sebelumnya itu hanya dilakukan saat menjalani tugas akhir saja. Terlebih, dia harus banyak berhubungan dengan internet yang baru dia mengerti saat belajar di D1 bahasa inggris menggunakan laptop temannya.
Ai, coba dipikir kalo kau langsung masuk ke Univ negeri setelah SMA, seberapa besarkah kemampuan bahasa inggris SMA-mu dalam membantu belajar-mu di univ negeri? Seberapa bingungnya kamu saat disuruh membuat presentasi di power point? Seberapa malukah kamu pada teman – temanmu saat kau kebingungan menjalankan Mozilla firefox dan ketahuan bahwa kau baru mengerti fungsi internet selain kirim email? Terlebih, seberapa noraknya kamu melihat teman laki – laki di kampus barumu? Seberapa besar mentalmu dalam beradaptasi dengan kilaunya penampilan teman – teman barumu?
6 semester dilalui tanpa laptop, 6 semester dilalui dengan meminjam pada teman – temannya. 6 semester dilalui dengan menyimpan malu yang teramat besar setiap akan meminjam. Selalu kebingungan saat mengetahui bahwa laporan praktikum harus diketik. Selalu kebingungan saat laptop yang akan dipinjam dipake’ pada hari itu juga. Timbul pertanyaan di hati, kapankah saatnya aku punya laptop ya Allah? Curhat dengan menangis padaNYA “aku malu ya Allah kalo selalu meminjam, aku malu ya Allah saat temenku tidak percaya kalo aku belum punya laptop, aku malu ya Allah saat temenku si rosa bertanya berkali – kali kapan aku akan beli laptop, aku malu ya Allah saat temen kamarku berkata “emang samean sudah saatnya punya laptop buk”. Aku malu ya Allah..
Ternyata si laptop baru datang saat dia mulai memasuki semester 7. Ada apa ya Allah? Kenapa baru sekarang? Pertanyaan2 ini membawanya pada 4 tahun silam saat dia merasa menjadi pembantu si punya laptop. Subhanallah, jadi Allah ingin mengajarkan dia tentang suatu hal akan kata – kata yang pernah diucapkannya “nanti kalo aku punya laptop tidak akan aku pinjamkan pada siapapun!”. Allah mengajarkan dia betapa mulianya orang yang membantu saudaranya dengan cara memberi pinjaman. Jadilah dia diposisikan sebagai peminjam selama bertahun – tahun untuk bisa merasakan perasaan seorang peminjam, untuk bisa mengetahui betapa butuhnya seorang peminjam akan barang yang ingin dipinjam, untuk bisa mengerti betapa sebenarnya orang tidaklah ingin meminjam, untuk bisa merasakan betapa malunya seorang peminjam terutama saat dia bertanya “laptopnya dipake’?” dan mendapat jawaban “owh, iya dipake’ mbak, maaf ya?” kemudian dia hanya bisa berkata “owh iya wez mbak”
Ternyata begitu seriusnya Allah memperhatikan dia. Untuk kata – kata tersebut Allah berikan dia satu pelajaran selama 6 semester yang menurut dia sangat lama. Indahnya, proses pembelajaran itu tidak Allah biarkan begitu saja, dia diajari namun juga dibekali sangu agar bisa berhasil mengerti isi pelajaran tersebut yaitu rasa sabar (sabar tidak punya laptop). Ah begitu bijaknya Allah. Betapa sayangnya Allah padanya. Dan sekarang Ai berkata “laptopku boleh dipinjam siapapun selama tidak aku pake’ untuk mengerjakan tugas” bahkan Ai tidak berminat untuk memberi password pada laptopnya agar teman – temannya bisa masuk dengan mudah.

nah, ntu cerita Ai trus gimana cerita yu?
"hidup indah, bila tahu maknanya"