Berguru dalam Bis



Ini perjalanan, perjalanan menuju rumah pada hari jum’at tanggal 19 oktober 2012.
Ada yang beda dalam perjalananku kali ini saat transit bis di probolinggo. Dua petugas bis yang kutumpangi kali ini cukup bikin hati meringis dan kebetulan kali ini tak seperti biasa aku duduk di deretan kursi paling depan. Pak supir dengan postur tubuh yang agak gempal dan tesktur wajah yang tidak bersahabat dan pak kernet yang sama gempalnya dan bergaya preman! Ditambah lagi pertanyaan dari bapak penjual makanan dalam bis yang tangannya cacat buat pak supir “katanya mau beristri dua? Gimana responnya?” deg! Sudah kelihatan dari tampangnya batinku. Kemudian si supir menjawab dengan menirukan gaya istrinya saat merespon “jieh mandhih” (dia manjur guna – gunanya). Lalu keduanya ketawa berbarengan.
Setelah itu pak penjual tadi bercerita dengan nada bangga pada pak supir “kemaren aku dipukul orang, langsung aku bilang ke temanku (preman), trus besoknya dia nungguin orang yang mukulin aku tapi nggak datang lalu bilang gini padaku “lek, mana orang yang mukulin kamu? Kalau ada langsung sms aku lagi ya?! Biar kapok! Seenaknya aja mukulin orang!”
Aku menunggu respon dari pak supir mengira – ngira apa apa yang akan dia katakan. Di luar dugaan! Bukannya mendukung tindakan pak penjual malah dia memberi tausiah dalam bahasa Madura dengan sangat pelan! Subhanallah, kebetulan aku duduknya di deretan paling depan, yang awalnya nyesel karena takut eih malah jadi bersyukur beud. Mau tahu apa yang dikatakan pak supir? Okeh cekidot!
“empiyan kothuh obeh sifattah, che’ enga’ nikah pole. Mun epokol oreng che’ mamathulen. Saber, mun mathuleh mathul ka Allah, che’ mathul ka oreng. Mun mathul ka oreng jen nambe masalah tapeh mun mathul ka Pangeran khi enten. Epokol saber, epokol pole saber, epokol pole thikkel tetep pasabbar, mathul ka Allah. pokolnah Allah tak kirah bisa abayangakhih ten.”
Yang artinya “sampeyan harus ubah sifat samean. Jangan kayak gitu lagi, kalau dipukul orang jangan suka ngadu. Sabar, kalau mau ngadu ya ngadu sama Allah, jangan ke orang. Kalau ngadu ke orang malah nambah masalah. Dipukul sabar, dipukul lagi sabar, dipukul lagi ya tetep sabar.. ngadu saja ke Allah, kalau sudah Allah yang mukul, pukulannya tidak dapat kita bayangkan”.
            100% tercengang dengerin nasehatnya terutama saat mendengar tentang “pukulan Allah”. Dalam hati aku berkata “terimakasih pak sopir, guru baruku”. Jadi inget sama diri sendiri yang sering tidak terima kalau disakiti ntah karena emang salahku atau emang salah orang lain. Diri sendiri yang suka tidak terima kalau orang yang menyakitiku tidak ikut merasakan rasa sakit yang kurasa (dendam), merasa rugi kalau bersabar terus - terusan, merasa bodoh kalau diam saja, seakan – akan lupa bahwa Allah maha mengetahui, bahwa Allah maha melihat, bahwa Allah maha adil, bahwa Allah maha serius atas setiap rasa sakit di hati kita, seakan – akan kebaikan kita karena bersabar tak ada hitungannya. Padahal Allah bisa saja membalasnya dengan lebih kejam kalau Dia berkendak. Padahal Allah tak pernah sedikitpun mengabaikan kebaikan kita. Semua Allah hitung (baca surat Alzalzalah). Allah tak pernah sedikitpun cuek dengan semua rasa dalam hati kita.
Dendam malah hanya akan semakin menambah rasa sakit di hati dan dapat berakibat buruk bagi kesehatan jasmani dan pikiran (my own opinion). Satu hal yang kutekankan dalam pelajaran ini bahwa orang yang sabar atas sakit hatinya karena didzolimi orang lain TAK AKAN PERNAH RUGI! itu malah menjadi kesempatan emas buat kita untuk memperoleh simpati dari Allah!
NB: Ah, jadi begitulah kira – kira yang kudapatkan dari perjalanan pulkam kali ini, bukan maksud menggurui siapapun, ini murni untuk mengkritik diri sendiri. Tapi bagaimanapun aku harap ini akan bermanfaat buat aku, kau, dan kita semua!
---------salam ukhuwah.

saat cebok ikut bercerita...



Cebok, yang telah menjadi barang berharga di pondok, menceritakan karakter manusia yang cukup samar untuk dilihat. Menceritakan bahwa manusia emang pelit, bahwa manusia emang lebih suka menerima daripada memberi, merasa lebih untung dengan menerima, bahwa manusia begitu lemah dengan kepentingan diri sendiri, bahwa teman adalah saat suka saja, dan tidak peduli saat bersedih.
Sudah bisa baca maksudku? Okelah aku ceritakan.. ceritanya neh, si cebok lagi naik daun di pondokku. Menjadi barang yang sangat berharga. Awalnya cebok akan diletakkan di satu tempat dengan wadah peralatan mandi lainnya yaitu rak di depan kamar. Ntu rak menjadi tempat persatuan peralatan mandi regional (se-kompleks pondok). Akibat hanya sedikit orang yang punya cebok, dia menjadi barang langka yang super langka. Awalnya masih tidak menjadi masalah, namun setelah bergulirnya waktu, keikhlasan di hati para pemilikpun juga mulai bergulir (eih, bergulir apaan ya? Maksudku sih runtuh gitu, hehe) mengingat si peminjam baik yang izin maupun tidak jarang sekali mengembalikan ke tempat semula sehingga mengakibatkan si pemilik kebingungan mencari dan kesulitan melaksanakan hajatnya (whudu’, mandi, buang air kecil maupun besar, cuci muka, dll). Kejadian yang selalu berulang ini membuat si pemilik memutuskan  untuk menyimpannya di kamar saja, dekat pintu. Nah keputusan ini cukup berhasil, karena yang bisa minjem hanya teman kamarnya saja, dan mereka pasti akan meletakkannya kembali ke kamar. Namun, ini tidak berjalan lama, para peminjam mulai berani mencari di kamar – kamar untuk meminjam, karena kejadian di atas berulang yang membuat di pemilik marah, akhirnya yang semula diletakkan di dekat pintu kamar kini diletakkan pas dekat lemari. Parahnya para pemilik juga akan berani berbohong dengan mengatakan bahwa ceboknya akan dipake’ atau si pemimjam yang ghosab cebok temannya kemudian disimpan di kamarnya sendiri. uuufhttt
Nah, sudah ada gambaran kan apa yang terlihat dari fenomena ini? Sangat jelas menceritakan sifat manusia
1.        Pelit baik pada orang lain maupun pada diri sendiri. Pelit pada diri sendiri terlihat dari para peminjam yang tidak berusaha untuk membeli padahal harga cebok Cuma 4000 lho, sedangkan pelit pada orang lain seperti yang dilakukan para pemilik yang menyimpannya di dekat lemari bajunya, padahal Cuma sekedar cebok lho,,, kalau dibandingkan kebutuhan temannya yang mungkin sedang sangat kebelet beol atau mau whudu’ buat sholat fardhu yang waktunya tinggal beberapa menit.
2.       Lebih suka menerima daripada memberi, yang punya cebok jauh lebih sedikit daripada yang tidak punya cebok, ini seakan – akan menggambarkan bahwa sebagian besar orang masih berpikir bahwa akan lebih menguntungkan dengan menerima ketimbang memberi, lebih suka meminjam ketimbang berusaha untuk meminjamkan.
3.    Pamrih, berteman saat suka saja, namun ketika temannya sedang dalam kesusahan, kita mulai tidak peduli yang penting kebutuhan kita terpenuhi dan masalah orang lain bukan masalah kita, kesulitan orang lain bukan kesulitan kita. Gak peduli seberapa butuhnya teman kita akan cebok, yang penting ceboknya tidak dighosab dan aman. Seakan – akan menggambarkan susunan kata “teman haruslah memberi manfaat, kalau tidak berarti bukan teman”
4.       Berbohong
5.       Suka mengambil yang bukan hak diri
6.  Keselamatan harta pribadi lebih penting dari sekedar menolong orang. Bukankah sangat kejam saat kita kebelet “pup” perut cenat cenut, trus dengan harapan besar mendapatkan pinjaman cebok, eih pas nyampek pintu kamar si pemilik dengan entengnya bilang “mau tak pake’ (pdhl nggak), atau diem kayak nggak denger, menunggu teman sekamar bilang tdk punya (kan yang lain emg nggak punya, jadi si pemilik merasa tdk berbohong)

Saat Cebok bercerita.. begitulah menurutku. Begitulah yang aku lihat. Apa menurutmu ini tidak nyambung? Atau menurutmu aku berlebihan? Okelah aku sepakat denganmu, bagaimana kalau kita anggap ini Cuma sekedar “deduksi?” tulisan yang cukup ngawur. But, overall I hope this will be useful for you, for me, all of us..

NB: aku rasa semua benda/peristiwa/apalah juga dapat bercerita selama kita mau memperhatikan jadi bukan hanya cebok yang dapat bercerita. selamat melihat cerita2 dari benda2 terdekatmu!
;)

This is about “cebok”



Something we need every get up from sleep in the morning,
Something we hide closely from others
Something we remember so fast when it’s none of our eyes
Something we look for so hard when it’s gone
            What else to be more important than it?
            Small thing responsible for a big thing
            Very inexpensive thing becomes so valuable
            Even much more valuable than the world
Look closer, everyone is hiding it
Look closer, everyone is angry of losing it
Look closer, everyone is lying of it on their hand
Look closer, trust is just gone and friendship is nothing
            Ckckckkckc, how the world will be
            Very very very crazy
Guys, just because of a “cebok” we think each other negatively
Guys, just because of a “cebok” we throw our honesty
Guys, Just because of a “cebok” we become don’t care to others need
Guys, just because of a “cebok” we are angry each other and become so far
            Ckckckckkck, what the world has given to us?
            Very very very un logic
Thank you Cebok, You show innocently how human is

Harga sebuah kemalasan


AUW MALAS MENYERANG!!!  SIAP - SIAP NGELUARIN BANYAK UANG!!

Hmmm,,, akupun yakin semua orang tidak suka malas! tapi kenapa ya kebanyakan orang emang pemalas! why why why? ntah karena emang nggak ada motivasi, lagi patah hati, atau si syaitan yang terus beraksi 24 jam nonstop, yang jelas Malas sangatlah merugikan! kau dan aku sama - sama tahunya bukan?

Nah sekarang pernah nggak terbayang di benak kita bahwa malas punya harga, ada biayanya? sadarkah kita bahwa selama ini kita telah seringkali mengeluarkan uang untuk sebuah kemalasan? bagaimana bisa? well, cekidot!
  1.  Saat kau malas makan berkali2, itu berarti kau telah menabung energi untuk menciptakan suatu penyakit di perutmu "maag", karena maag lalu kau harus mengeluarkan uang buat berobat.
  2. Saat kau malas mandi, kau akan menyemprotkan parfum lebih banyak. itu menambah keseringan kau membeli parfum, yang jelas sabun batang kesehatan jauh lebih murah dibandingkan parfum!
  3. Saat kau malas mencuci, kau mengirimkannya ke jasa laundry, yang seharusnya cukup untuk beli detergen 1 kg (untuk 1 bulan), kini hanya cukup untuk satu kali laundry.
  4. Saat kau malas berjalan, kau menggunakan jasa tukang becak untuk mengantarkanmu ke tempat tujuan, tentu saja ini juga pake' uang.
  5. Saat kau malas mengipasi badanmu yang mungkin sumuk, kau akan memilih untuk menggunakan jasa kipas angin atau AC, jelas AC maupun kipas harus dibeli pake' uang.
  6. Saat kau malas membersihkan rumah dan memasak, kau jadi mengeluarkan uang untuk menyewa pembantu.
  7. Saat kau malas mengajari anak ngaji, kau juga jadi harus mengeluarkan uang untuk menyewa ustadzah.

Tujuh kemalasan di atas merupakan contoh - contoh kemalasan yang harus kau bayar dengan uang! rupa - rupanya kemalasan juga bisa merenggut hal - hal yang sangat berharga dari kita sebagai bayaran karena kita telah menggunakan jasanya (malas), bisa kau bayangkan apa itu? yak.. waktumu, mentalmu, emasmu!
Saat kau malas belajar, kau jadi harus mengulang beberapa matakuliah, malu tentunya bukan sama adek - adek angkatan?
Saat kau malas mengerjakan tugas skripsi, akhirnya kau harus memperpanjang masa studi! ini bukan hanya akan menyita waktu dan mental, tapi juga uangmu!
Saat kau malas untuk sholat, akibatnya perilakumu jadi buruk! jelas ini akan menguras tabunganmu untuk masuk syurga!

Sudah ada gambaran?
Setelah tahu bahwa malas tidaklah geratis bahkan harus bayar lebih, apa masih nyantai sama malas?


NB: Bagi mahasiswa yang masih mengulang matkul dan masih kuliah di semester 9 ke atas, aku tidak menuduh kalian pemalas! hanya saja, malas bisa menjadi salah satu penyebab ngulang matkul dan memperpanjang masa studi sebagaimana aku yang saat ini juga mengulang 3 matkul akibat malas belajar! so, jangan tersindir ya.. karena tersindir bukan sebagian dari iman! ckckckck, tapi serius tidak ada niatan untuk menyindir kalian, ini opini diri pada diri sendiri! tapiii aku harap ini juga bermanfaat buat kalian, kita semua.

###Thankz to Mr. Syaifullah in Basic Chemistry Class.